Kenapa pabrik butuh internet bisnis?
Operasional pabrik masa kini banyak yang sudah bergantung pada sistem ERP/produksi berbasis cloud, laporan data real-time antara lini produksi dan kantor manajemen, serta CCTV untuk mengawasi area yang luas. Kalau koneksi internetnya sekelas WiFi rumahan, risiko gangguan bisa langsung berdampak ke jalannya produksi dan laporan yang tidak akurat.
Masalah umum internet di pabrik
- Sistem produksi/ERP lambat sinkron antar bagian.
- CCTV di area produksi atau gudang bahan baku sering putus.
- Koneksi kantor pusat ke pabrik di lokasi terpisah tidak stabil.
- Banyak perangkat IoT dan komputer operasional berebut bandwidth yang sama.
Rekomendasi paket untuk pabrik dan industri
Untuk kantor pabrik skala kecil-menengah dengan sistem produksi dan beberapa titik CCTV, paket 100-150 Mbps NON FUP biasanya memadai. Untuk pabrik besar dengan banyak sistem berjalan bersamaan, pertimbangkan 200-300 Mbps.
| Kecepatan | NON FUP | FUP Basic |
|---|---|---|
| 100 Mbps | Rp 535.000/bulan | Rp 440.000/bulan |
| 150 Mbps | Rp 620.000/bulan | Rp 540.000/bulan |
| 200 Mbps | Rp 790.000/bulan | Rp 675.000/bulan |
| 300 Mbps | Rp 1.130.000/bulan | Rp 950.000/bulan |
Catatan: harga mengikuti informasi paket yang dipakai di situs Indibiz Global. Ketersediaan paket, promo, dan kebijakan dapat berubah sesuai area pemasangan.
Tips sebelum pasang internet pabrik
- Petakan area yang butuh koneksi: kantor admin, lini produksi, gudang bahan baku, titik CCTV.
- Pertimbangkan access point tambahan untuk area produksi yang luas atau banyak sekat besi.
- Cek coverage lebih awal, terutama untuk pabrik di kawasan industri pinggir kota.
- Diskusikan dengan admin soal prioritas penanganan gangguan mengingat internet menopang jalannya produksi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Butuh cek paket dan coverage Indibiz?
Kirim alamat pemasangan ke admin untuk cek jaringan, rekomendasi paket, dan proses pendaftaran.